Apakah Anda pernah merasa kurang dihargai atau tidak dihargai di tempat kerja? Merasa sudah bekerja keras dan mencapai target yang ditentukan, namun terkadang tidak jelas kenapa, Anda tidak juga berkembang dalam karir.
Memang para pemimpin dan manajer memiliki peran dan dapat berbuat sesuatu untuk membantu meningkatkan performa karyawan dan mengurangi perasaan tidak dihargai yang mungkin dialami karyawan. Namun, bagi karyawan yang berada dalam posisi ini, hanya menunggu dan berharap sebuah perubahan terjadi tanpa berbuat apa-apa akan membuat frustrasi. Terutama bagi mereka yang merasa kurang dihargai karena kurangnya peningkatan gaji. Sama seperti Anda menaruh ekspektasi kepada perusahaan dan atasan yang semakin hari semakin meningkat, mereka juga mengharapkan banyak hal dari Anda. Apa yang bisa dilakukan dalam menghadapi situasi ini?
MULAI DARI DIRI SENDIRI
Sebagian besar orang cenderung berfokus mencari siapa atau apa yang bisa disalahkan atas ketidakadilan yang mereka alami. Jarang yang menyadari bahwa penyebab utamanya mungkin saja berasal dari diri sendiri. Dalam beberapa kasus, mereka memiliki banyak asumsi yang salah yang akhirnya memperburuk perasaan mereka terhadap perusahaan dan menuntun mereka kepada tindakan yang salah.
Sebelum mencari siapa atau apa yang bisa “kambing hitam”, berfokuslah dulu pada diri sendiri. Mulai cari apakah ada hal-hal dalam diri Anda yang mungkin menghalangi perkembangan karir Anda. Evaluasi juga bagaimana kebiasaan dan perilaku Anda di pekerjaan selama ini. Anda mungkin perlu melakukan perbaikan dalam beberapa hal. Dan Anda dapat dengan sengaja membangun kebiasaan baik di tempat kerja.
LEBIH DARI SEKEDAR MAMPU
Tahukah Anda, tidak sedikit perusahaan lebih memilih orang-orang dengan keahlian standar namun etos kerjanya baik dibanding mereka yang memiliki keahlian luar biasa namun etos kerjanya diragukan? Lalu, apa itu etos kerja?
Pada dasarnya, etos kerja adalah prinsip, nilai, dan keyakinan yang memengaruhi cara seseorang berperilaku dan membuat keputusan dalam kehidupan pekerjaan mereka. Etos kerja terbukti melalui sikap dan respon-respon terhadap semua jenis situasi yang dihadapi di tempat kerja. Etos kerja secara langsung memengaruhi cara seseorang mengerjakan tugas sehari-hari.
Karyawan dengan etos kerja yang baik sering kali jauh melampaui rekan-rekan mereka dalam hal mencapai target perusahaan.
Mereka dapat menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi secara konsisten yang membawa keuntungan dan mendukung kemajuan perusahaan. Mereka dianggap kompetitif bukan semata-mata karena kemampuan mereka saja, tetapi karena nilai dan perilaku yang mereka miliki yang menyebabkan mereka dapat menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas.
Seiring dengan sikap mereka yang profesional di tempat kerja, karyawan seperti ini menunjukkan teladan yang menjadi contoh bagi orang lain. Kebiasaan dan perilaku mereka berdampak positif pada karyawan lain. Inilah alasanya mengapa karyawan dengan pencapaian tinggi tanpa etos kerja yang baik sering kali tetap dinilai rendah oleh perusahaan.
UBAH NASIB DENGAN UBAH PERILAKU
Cara Anda berperilaku di tempat kerja berdampak besar pada perkembangan karir Anda. Oleh karena itu, Anda harus menghindari dan mengubah perilaku-perilaku yang membuat Anda menjadi pribadi yang tidak profesional dan dinilai rendah.
Setidaknya ada 4 hal yang menunjukkan etos kerja seseorang:
- Kegigihan
Karyawan dengan etos kerja yang baik akan terus mengerjakan sesuatu meskipun sulit dan banyal tantangan. Jika mereka tidak tahu bagaimana cara melakukannya, mereka akan meminta arahan dan bantuan. Sebaliknya, karyawan dengan etos kerja buruk tidak akan enggan mengerjakan pekerjaan yang sulit dan cenderung menghindar untuk meminta bantuan. Mereka memilih menyelesaikannya dimenit-menit terakhir. - Kolaborasi
Karyawan dengan etos kerja yang baik memahami bahwa perusahaan akan lebih diuntungkan ketika karyawan dapat menunjukkan kerja sama tim di tempat kerja. Mereka berusaha untuk berkontribusi sebanyak mungkin dalam proyek bersama. Namun mereka yang memiliki etos kerja buruk tidak peduli untuk menciptakan situasi kerja yang terbuka dan kolaboratif. Mereka sering merusak semangat kolaborasi dengan perilaku yang individualistis dan meminimalkan kontribusi rekan kerja. - Tanggung Jawab
Karyawan dengan etos kerja yang baik menghormati pekerjaan yang diberikan kepada mereka dan konsisten dalam menyelesaikannya. Mereka juga bertanggung jawab atas kesalahan apa pun dan berusaha untuk memperbaikinya. Karyawan dengan etos kerja buruk tidak menganggap serius tugas mereka di tempat kerja. Pekerjaan jarang menjadi prioritas utama mereka di tempat kerja. - Integritas
Karyawan dengan etos kerja yang baik memiliki kejujuran, menepati janji, dan dapat diandalkan dalam semua urusan pekerjaan. Mereka melakukan hal yang benar apapun risikonya, bahkan saat tidak ada yang mengawasi. Namun mereka yang memiliki etos kerja buruk lebih memilih untuk “bermain aman”, tidak transparan dan tidak bisa diandalkan dalam banyak hal.
TENTUKAN NILAI DIRI ANDA!
Karyawan yang bernilai adalah mereka yang beretos kerja tinggi dan berdedikasi menggunakan segenap keahlian mereka untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. Karyawan yang bernilai juga memberikan hasil pekerjaan yang berkualitas sekaligus menjadi contoh yang baik bagi rekan kerja mereka.
Tidak ada seorangpun yang sempurna. Tetapi para profesional terbaik selalu berusaha dan mencari cara untuk tumbuh serta menjadi lebih baik dari hari ke hari. Karena mereka sadar bahwa mereka sendirilah yang menentukan nilai diri mereka.
Segera daftarkan diri Anda untuk event terdekat!
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
