Jika Anda pernah kesulitan membedakan keinginan dan kebutuhan, Anda tidak sendirian. Terkadang kita menginginkan sesuatu begitu intens hingga terasa seperti kebutuhan. Demikian pula, kita mungkin sebenarnya membutuhkan sesuatu yang kita anggap sebagai keinginan.
Misalnya, kita mungkin berpikir bahwa mengambil cuti kerja adalah keinginan yang remeh dan bukan sesuatu yang perlu kita curahkan terlalu banyak waktu. Kenyataannya, kita mungkin sedang menuju kejenuhan jika kita tidak memberi diri kita waktu istirahat.
Tidak selalu mudah untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan atau untuk mengidentifikasi nilai dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan kita. Namun, memahami kebutuhan dan keinginan kita dengan lebih baik dapat membantu kita meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kita.
BEDAKAN KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai istilah kebutuhan dan keinginan. Karena itu memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk mengelola prioritas dan membuat keputusan yang bijaksana.
Penting bisa membedakan kebutuhan karena kebutuhan sejati selalu berdampak jangka panjang. Kebutuhan kita akan udara, makanan, air, tempat tinggal, komunitas, persahabatan, otonomi, rasa hormat, dan lain-lain, semuanya berdampak jangka panjang untuk dipenuhi. Dengan memenuhi kebutuhan, hidup kita akan menjadi lebih baik di masa depan.
Di sisi lain, keinginan tidak selalu berkaitan dengan kesejahteraan jangka panjang. Faktanya, banyak keinginan ketika terpenuhi justru berdampak pada kerugian jangka panjang. Contohnya, membeli smartphone terbaru dengan cicilan mungkin terlihat memiliki dampak positif, tetapi belum tentu demikian. Ada kemungkinan dengan mengambil cicilan justru akan memperburuk cash flow keuangan Anda karena Anda sebenarnya tidak memiliki kapasitas finansial yang cukup untuk membayar cicilannya.
Perbedaan antara kebutuhan dasar (makanan, pakaian dan tempat tinggal) dan keinginan sebenarnya cukup jelas. Namun, ketika Anda mulai memiliki kebutuhan di luar kebutuhan dasar, seperti kasur yang nyaman, laptop, atau mobil, perbedaannya mulai menjadi agak kabur. Jadi singkatnya, kebutuhan selalu berkaitan dengan hal-hal penting yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, sementara keinginan hanya mewakili preferensi dan hasrat kita di luar kebutuhan dasar.
IDENTIFIKASI KEINGINAN
Keinginan adalah sesuatu yang membantu Anda hidup lebih nyaman. Keinginan adalah barang-barang yang Anda beli untuk bersenang-senang atau bersantai. Anda bisa hidup tanpanya, tetapi Anda lebih menikmati hidup ketika memilikinya. Misalnya, makanan adalah kebutuhan tetapi makan siang di restoran setiap hari kemungkinan besar lebih merupakan keinginan.
Keinginan dan kebutuhan tidak akan sama untuk setiap orang. Anda mungkin membutuhkan mobil untuk berangkat dan pulang kerja setiap hari, tetapi jenis mobil yang Anda butuhkan bisa beragam. Misal jika pekerjaan Anda mengharuskan bertemu dengan CEO perusahaan-perusahaan besar, mobil mewah mungkin merupakan kebutuhan. Jika Anda hanya sekadar pergi ke dan dari kantor hampir bisa dipastikan memiliki mobil mewah adalah sebuah keinginan dan mobil yang lebih terjangkau sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan transportasi Anda.
Hal yang sama berlaku untuk barang-barang yang lebih kecil, seperti jaket baru yang Anda incar. Pakaian luar memang penting untuk melindungi Anda dari cuaca, tetapi jika Anda memiliki tiga jaket lain di lemari Anda, memiliki jaket baru mungkin merupakan keinginan.
UTAMAKAN KEBUTUHAN
Prioritaskanlah kebutuhan. Ketika kita memprioritaskan kebutuhan dan memahami bahwa keinginan tidak seharusnya menentukan kebahagiaan, harga diri atau kesuksesan kita, kita akan mendapatkan rasa damai dan kepuasan batin. Tentunya ini bukan berarti mengabaikan keinginan.
Anda mungkin masih menginginkan rumah atau mobil mewah, dan Anda bisa terus menetapkan tujuan untuk itu. Tetapi Anda sangat sadar bahwa semua itu tidak membuat Anda sukses dan tidak akan memberi Anda kebahagiaan abadi. Kesuksesan sejati adalah tentang pertumbuhan dan dampak hidup. Kebahagiaan sejati datang dari rasa syukur, menghargai setiap kegembiraan sederhana, dan memahami bahwa harta benda tidak menentukan harga diri atau kelayakan kita untuk dicintai.
Menuliskan kebutuhan dan keinginan Anda akan sangat membantu dalam menentukan prioritas. Kebutuhan Anda harus didahulukan, sementara keinginan Anda dapat menyusul. Urutkan kebutuhan dasar Anda berdasarkan urutan prioritas dan pindahkan keinginan yang tidak secara langsung atau signifikan berkaitan dengan kebutuhan tersebut.
Ada beberapa “aturan” dalam hal menentukan kebutuhan dasar. Makan memang penting, tetapi Anda tidak harus makan di restoran. Anda bisa memasak di rumah dan menghemat biaya. Jika Anda tidak bisa memasak, Anda juga bisa mencoba restoran murah daripada yang besar dan mahal. Selain itu, jika Anda tidak mampu secara finansial untuk mencicil rumah, Anda bisa memilih untuk mencari rumah kontrakan yang sesuai dan nyaman untuk Anda. Ini akan juga membantu Anda menghemat biaya. Beberapa kebutuhan dasar dapat menjadi keinginan jika Anda tidak menyadarinya.
DAMPAK MASA DEPAN
Salah satu area yang paling jelas dan berdampak dari pertetangan antara kebutuhan dan keinginan adalah area keuangan. Pengambilan keputusan yang buruk dapat menyebabkan utang dan ketidakstabilan keuangan, yang pada akhirnya menghambat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya.
Untuk mengatasi hal ini, penting untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang bijaksana. Menyusun anggaran yang memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan akan membantu menjaga stabilitas keuangan dan mencegah pengeluaran berlebihan. Mengembangkan kebiasaan menabung juga dapat menjadi jaring pengaman di masa-masa sulit.
Sebelum melakukan pembelian, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan apakah pembelian tersebut memenuhi kebutuhan sejati atau hanya memuaskan keinginan sesaat. Menunda kepuasan dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dapat membantu dalam membuat pilihan yang lebih bijaksana.
REGISTER OUR NEXT EVENT!
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
