Pertanyaan klasik (terucap maupun tidak terucap) sepanjang masa oleh semua generasi adalah “Hidup ini buat apa?” atau “Buat apa aku hidup?”. Dilema klasik memilih antara passion/calling atau profesi adalah perjuangan semua orang. Tidak banyak orang yang bisa menemukan “ikigai” mereka, dimana talenta, tujuan hidup, pekerjaan idaman dan kebutuhan orang banyak saling beririsan.
Kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam narasi “follow you passion” atau “what’s your life calling?”.
Sekedar disclaimer, bukan berarti bahwa mengikuti passion atau calling itu adalah hal yang tidak baik. Let me break it down for you all.
PENTINGNYA PASSION & CALLING
Punya passion dan calling itu adalah hal yang sangat baik, karena itu memberikan kita sense of purpose atau tujuan hidup yang jelas. Tujuan hidup membuat kita lebih gampang untuk fokus. Contohnya, setiap keputusan yang kita ambil, aktivitas-aktivitas yang mau kita lakukan seharusnya membantu kita mencapai tujuan tersebut. Kita perlu eliminasi setiap aktivitas yang membuat kita makin jauh dari tujuan itu. Misal kalau kita hendak pergi ke Yogyakarta dari Jakarta, untuk apa kita mampir ke Bogor dulu?
Mengikuti passion atau calling memang akan menjadi sebuah hal yang powerful ketika passion atau calling itu bisa diwujudkan juga dalam bentuk profesi yang bisa menghasilkan pendapatan. Tentunya bukan hanya sekedar menghasilkan pendapatan. Penting untuk kita menentukan batas “cukup” kita (seberapa banyak yang kita perlukan) agar fokus kita tidak teralihkan karena pergumulan ekonomi. Penting juga untuk memastikan apakah lingkungan kerjanya sehat, pemimpin dan rekan kerjanya mendukung, dan banyak pertimbangan lainnya agar passion dan profesi menjadi sebuah “dream comes true”.
PROFESI TANPA PASSION?
Masalahnya, tidak semua orang memiliki privilege bisa bekerja sesuai dengan passion atau calling. Dan tidak semua passion dapat diwujudkan dalam bentuk profesi atau pekerjaan. Kalaupun bisa bekerja sesuai dengan passion, apakah hal-hal yang saya sebutkan diatas sudah terpenuhi? Lalu, jika belum ada profesi/pekerjaan yang sesuai dengan passion kita atau jika profesi yang kita jalani bertolak belakang dengan passion kita dan seperti tidak ada titik temu, apa yang bisa kita lakukan?
Pertama, jika memang kita memiliki jiwa entrepreneur yang cukup kuat (berani mengambil risiko, siap menghadapi ambiguitas, mudah beradaptasi, dan sebagainya) maka kita bisa mewujudkan sendiri passion atau calling kita menjadi sebuah profesi atau pekerjaan. Ada banyak contohnya. Dulu sebelum era media sosial meledak sekitar tahun 2014, belum pernah ada profesi/pekerjaan yang namanya foods reviewer. Sekarang era AI semakin berkembang, muncul profesi/pekerjaan baru yang disebut prompt specialist (orang yang membuat kalimat perintah untuk menghasilkan gambar, text, suara AI yang bagus). Dan kedua profesi tersebut bisa juga menghasilkan pendapatan yang tidak sedikit.
Kedua, kalo memang belum ada profesi/pekerjaan yang sesuai passion atau calling kita, kita bisa memilih profesi yang sesuai dengan strengths dan skills yang kita miliki. Untuk itu kita perlu mengenal diri sendiri dengan baik agar kita tahu strengths kita. Ada banyak alat bantu seperti tes psikologi seperti MBTI, DISC, Eneagram, hingga Graphology. Tinggal sesuaikan dengan budget dan hasil seperti apa yang kita inginkan dan butuhkan.
Ketiga, terus asah dan kembangkan passion dan calling kita dengan cara mencari komunitas-komunitas yang memiliki ketertarikan yg sama, membaca buku, mengikuti kursus, journaling, dan lain-lain. Saya percaya, calling dan purpose itu bersifat progresif, selalu berkembang, tidak stagnan dan selalu tentang orang lain, tidak pernah tentang diri kita sendiri. Jangan berhenti mengembangkannya karena kita tidak pernah tahu suatu saat nanti passion dan calling itu bisa juga menjadi sebuah profesi. Don’t give up on it!
SIKAPI DENGAN BIJAK
Pada dasarnya saya percaya bahwa calling and purpose itu sangatlah penting dan tentu saja untuk bisa memahami apa calling kita, itu bukan pekerjaan sebentar, bisa jadi seumur hidup. Kita perlu kenal dengan SIAPA yang memanggil kita dan mengenal diri kita tentunya.
Demikian memilih pekerjaan yang sesuai dengan calling kita juga bukan hal yang mudah. Dengan beberapa alasan yang sudah saya sampaikan, penting sekali untuk kita mempertimbangkannya dengan seksama. Perlu diingat juga bahwa calling dan purpose bukan hanya selalu dalam konteks rohani/gereja saja, karena setiap orang memiliki calling, purpose, strength dan skill di area yang berbeda-beda.
Jadi, alangkah baiknya kita tidak terjebak dalam narasi “harus 100%” bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan calling. Namun jangan juga menguburnya. Tidak ada yang tahu apa yang menanti di masa depan. Know yourself and live it out!
NEXT EVENT:
Pelajari bagaimana menjadi tangguh menghadapi stress! Yuk segera daftar, tiket terbatas.
Ericko Tandayu
Ericko mendalami dan memiliki pengalaman dalam kepemimpinan (formal dan informal) sejak tahun 1997. Saat ini bekerja di LeaderSource Indonesia dan aktif membimbing anak-anak muda dan orang dewasa untuk mencapai potensi maksimal mereka. Ericko juga mengelola podcast Luar Dalam sebagai warisan iman untuk kedua anak perempuannya.
