Dalam dunia yang berubah sangat cepat dan semakin kompleks, kekuatan dan kesuksesan terletak pada mereka yang bertindak, khususnya yang bertindak dengan tekad dan kegigihan. Kita semua dilahirkan dengan potensi yang tak terbatas, tetapi mengapa hanya sedikit orang yang mencapai kesuksesan? Disinilah motivasi menjadi sebuah komoditas yang paling berharga.
Motivasi adalah apa yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu, entah itu besar ataupun kecil. Namun ini tidak berarti bahwa setiap orang memiliki persediaan motivasi yang tidak terbatas. Kita mungkin terkadang kehabisan motivasi. Alasannya mungkin beragam. Karena itu memahami konsep motivasi dengan baik dan mempelajari apa yang sebenarnya mendorong manusia membantu kita menaklukkan setiap tantangan kehidupan dengan lebih mudah.
Motivasi mengarahkan, memfokuskan, dan mempertahankan perilaku seseorang pada sebuah tujuan. Tanpa motivasi, kita tidak memiliki dorongan untuk melakukan aktivitas yang bermakna dan akan gagal untuk bertindak, berpikir, atau mengembangkan potensi kita sepenuhnya.
MOTIVASI DAN EMOSI
Motivasi dan emosi biasanya dipandang sebagai dua hal yang tampaknya memiliki hubungan sebab-akibat. Kita sering melihat motivasi sebagai sesuatu yang merangsang seseorang untuk bertindak dan berperilaku untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan emosi adalah perasaan yang muncul dari motif atau dorongan itu sendiri, dari tindakan yang disebabkan oleh motif tersebut, dan dari pencapaian atau kegagalan yang dialami.
Banyak psikolog percaya hubungan antara motivasi dan emosi muncul dari tiga alasan. Pertama, munculnya emosi dan motivasi keduanya mengaktifkan atau memberi energi untuk bertindak. Kedua, emosi dan motivasi memiliki akar kata dari bahasa Latin yang umum yaitu “movere” (bergerak), tampaknya ini menyiratkan emosi sering kali muncul bersamaan dengan motif. Dan ketiga, emosi dasar biasanya memiliki sifat motivasinya sendiri. Misalnya, kebahagiaan memotivasi seseorang untuk mencapai kinerja yang lebih baik.
Emosi dan motivasi saling terkait erat. Emosi dapat memicu motivasi dan sebaliknya. Misalnya, emosi positif yang pernah dialami seseorang (seperti bahagia saat meraih pencapaian tertentu) dapat memotivasi seseorang untuk berusaha lebih keras dan berprestasi lebih baik di masa mendatang. Sebaliknya, motivasi yang kuat (seperti mengejar target tertentu) dapat memunculkan emosi seperti antusias, cemas, kecewa, dan lain-lain.
SELF-DETERMINATION THEORY
Self-Determination Theory (SDT), yang dikembangkan oleh psikolog Richard Ryan dan Edward Deci, berpendapat bahwa motivasi didorong oleh tiga kebutuhan psikologis dasar: otonomi, kompetensi, dan keterkaitan. Menurut teori ini, ketika ketiga kebutuhan ini terpenuhi, orang cenderung lebih termotivasi secara intrinsik, sementara ketika mereka digagalkan, individu cenderung lebih termotivasi secara ekstrinsik.
Otonomi mengacu pada kebutuhan untuk mengendalikan kehidupan dan pilihan seseorang. Otonomi menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan, mendorong individu untuk melakukan yang terbaik. Seseorang merasa lebih termotivasi ketika mereka memiliki kebebasan untuk membuat pilihan dan mengendalikan pekerjaan mereka.
Kompetensi mengacu pada rasa percaya diri dan kemampuan kita dalam mencapai tujuan dan terkait erat dengan tingkat motivasi intrinsik kita. Ketika kita merasa memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk berhasil, kita cenderung lebih termotivasi untuk mengejar tujuan kita.
Keterkaitan mengacu pada rasa keterhubungan dan kedekatan kita terhadap orang lain dan terkait erat dengan tingkat motivasi intrinsik kita. Ketika kita merasa menjadi bagian dari suatu komunitas dan tindakan kita berdampak positif pada orang lain, kita cenderung lebih termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan yang penting bagi kita.
AKSI MELAMPAUI MOTIVASI
Kebanyakan orang hanya berkomitmen untuk bertindak jika mereka merasakan motivasi tertentu dan mereka hanya merasakan motivasi ketika mereka merasakan inspirasi secara emosional. Sebagian besar orang hanya termotivasi untuk belajar persiapan ujian ketika mereka takut akan konsekuensinya. Sebagian besar lainnya hanya belajar dan memainkan alat musik itu ketika mereka merasa termotivasi oleh orang-orang yang dapat memainkannya. Dan kita semua pernah kendor karena kurangnya motivasi.
Kita merasa lesu dan apatis terhadap tujuan tertentu yang telah kita tetapkan untuk diri kita sendiri karena kita tidak memiliki motivasi dan kita tidak memiliki motivasi karena kita tidak merasakan hasrat emosional yang kuat untuk mencapai sesuatu. Namun, permasalahannya sering kali perubahan dan tindakan yang paling kita butuhkan dalam hidup kita lahir dari emosi negatif yang secara bersamaan menghalangi kita untuk mengambil tindakan. Trauma masa lalu, harapan negatif, dan perasaan bersalah, malu, dan takut seringkali memotivasi kita menjauh dari tindakan yang diperlukan untuk mengatasi trauma, harapan negatif, dan emosi negatif tersebut.
Tindakan kita bisa menciptakan emosi yang memotivasi tindakan kita di masa mendatang. Jika kita tidak memiliki motivasi untuk membuat perubahan penting dalam hidup, maka lakukan sesuatu, apa pun itu, kemudian manfaatkan emosi yang muncul dari tindakan itu sebagai cara untuk mulai memotivasi diri.
PESAN DIBALIK KURANGNYA MOTIVASI
Mungkin Anda telah mencoba semua teknik, kiat, dan saran yang ada untuk menjadi lebih termotivasi. Namun, itu tidak berhasil. Jadikanlah ini sebagai kesempatan untuk belajar daripada melihatnya sebagai kegagalan. Kurangnya motivasi dapat menandakan bahwa tujuan Anda tidak cukup menantang. Jika terlalu mudah, Anda tahu Anda tidak perlu berusaha keras untuk mencapainya. Di sisi lain, tujuan Anda mungkin terlalu berat saat ini. Jika terlalu tinggi atau Anda tidak percaya pada diri sendiri, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi kembali tujuan Anda.
Jika sedang Anda berjuang dengan kurangnya motivasi diri, jangan putus asa. Mulailah menemukan kembali tujuan, nilai-nilai Anda, dan bagaimana Anda dapat menjalani hidup yang bermakna. Ini akan membantu Anda menjadi lebih termotivasi secara mandiri. Saat Anda mengetahui apa yang memotivasi Anda dan berusaha mencapai apa yang Anda impikan, Anda akan mulai melihat perubahan.
REGISTER OUR NEXT EVENT!
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
