Kita sering merasa bahagia, sedih, takut, antusias, dan semua yang bisa kita sebut sebagai emosi. Emosi seperti palet warna-warni dalam hidup kita. Sebagian besar keputusan kita berdasarkan pada emosi kita, apa yang kita rasakan. Kecerdasan emosional (EQ) merupakan salah satu faktor penting bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi kita.
Semakin kesini, orang-orang semakin mulai memahami bahwa kesuksesan tidak hanya membutuhkan skor IQ yang tinggi tetapi juga EQ yang bagus. Selain kecerdasan emosional, kematangan emosional juga sangat penting bagi seorang untuk mencapai dan meraih potensi maksimal mereka. Akan tetapi, kedua hal tersebut sering dianggap sama.
Meskipun istilah kecerdasan emosional dan kematangan emosional memiliki beberapa kesamaan, yaitu pemahaman tentang perasaan diri sendiri dan orang lain, keduanya merupakan istilah berbeda. Kematangan emosional, bukan hanya kecerdasan untuk mengatur emosi diri sendiri atau memahami emosi orang lain, tetapi merupakan tingkat kesadaran emosional yang lebih tinggi.
MATANG SECARA EMOSIONAL
Kebanyakan dari kita memahami kematangan dalam arti fisik karena mengacu pada seseorang yang mencapai tahap akhir pertumbuhan. Namun, gagasan tentang kematangan emosional mungkin asing bagi kita.
Asosiasi Psikologi Amerika mendefinisikan kematangan emosional sebagai “tingkat kontrol dan ekspresi emosional yang tepat” dan ketidakmatangan emosional sebagai “kecenderungan untuk mengekspresikan emosi tanpa menahan diri atau tidak proporsional dengan situasi.”
Kematangan emosional adalah ketika Anda berhenti mendengarkan untuk menanggapi dan mulai mendengarkan untuk memahami.
Kematangan emosional bicara tentang bagaimana Anda bertanggung jawab atas kondisi, situasi, dan konsekuensi dalam menanggapi emosi atau perasaan tertentu. Orang yang matang secara emosional menghargai semua emosi yang muncul dan tidak mengingkarinya. Tetapi mereka juga berusaha untuk memahami dan mengelola emosi mereka (alih-alih hanya menyembunyikannya). Orang yang matang secara emosional benar-benar memiliki kontrol atas keadaan emosional mereka.
Orang yang belum matang secara emosional tidak dapat menerima perasaan mereka sehingga tidak dapat melakukan refleksi diri. Sebaliknya, mereka mengalihkan atau menyalahkan hal / orang lain atas perasaan mereka sendiri. Orang yang belum matang secara emosional sering kali melemparkan masalah mereka kepada orang lain untuk membawa perasaan yang tidak nyaman keluar dari diri mereka sendiri. Orang yang belum matang secara emosional hanya berpegang teguh pada persepsi mereka sendiri. Mereka sering kali tidak berempati dan lebih condong egois. Karena itu sering salah paham terhadap orang lain.
MENGEMBANGKAN KEMATANGAN EMOSIONAL
Menjadi matang secara emosional adalah proses yang berkelanjutan. Proses ini tidak terjadi dalam semalam. Sebaliknya, tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa membutuhkan usaha, latihan, komitmen yang konsisten dan tekad yang kuat. Anda bisa menjadi individu yang matang secara emosional melalui pengalaman hidup yang penuh tantangan dan masalah. Anda tidak bisa menjadi dewasa dengan hanya berada di zona nyaman Anda.
Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mencapai kedewasaan emosional. Berikut adalah beberapa kiat yang dapat Anda lakukan untuk menghindari Anda menjadi orang yang tidak matang secara emosional:
Identifikasi emosi Anda
Untuk memulai perjalanan kematangan emosional, langkah pertama adalah Anda perlu mengidentifikasi setiap emosi yang Anda rasakan. Kita sering menjalani hidup dengan bereaksi terhadap situasi tanpa sepenuhnya memahami perasaan kita. Dengan mengindetifikasi emosi Anda, Anda dapat mulai mengenali polanya. Mengetahui apa yang Anda rasakan dan kenapa Anda merasakannya merupakan fondasi kematangan emosional. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengatasi perasaan Anda secara konstruktif, mengelola reaksi Anda, dan membuat pilihan yang lebih tepat.
Ambillah tanggung jawab
Individu yang matang secara emosional tidak takut untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka. Mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan merupakan ciri pertumbuhan emosional. Mengakui kesalahan memungkinkan Anda untuk berkembang dan menghindari mengulangi kesalahan yang sama. Ini merupakan aspek penting dari kematangan emosional, yang menekankan pentingnya kesadaran dan pengembangan diri.
Menerima kenyataan
Kematangan emosional terbentuk ketika Anda menerima dan mengakui kenyataan yang terjadi, termasuk kekuatan dan kelemahan Anda. Alih-alih berkutat pada kekurangan Anda atau mencoba menutupinya, akui dan terimalah itu sebagai bagian dari hidup Anda. Jika memungkinkan untuk diubah, berusahalah untuk mengubahnya; jika tidak, berdamailah dengan diri Anda dan di mana Anda berdiri.
Tidak reaktif terhadap ketidakdewasaan orang lain
Dua elemen kunci dalam mengembangkan kematangan emosional adalah menyadari dan memahami emosi Anda sendiri dan juga mampu menangani berbagai ketidakdewasaan emosional yang ditunjukkan orang-orang di sekitar Anda. Pengendalian diri yang sederhana ini dapat mengubah situasi yang buruk menjadi konstruktif dan mencegah hal-hal impulsif yang nantinya dapat menyebabkan penyesalan.
Temukan sosok teladan
Bimbingan dan inspirasi memainkan peran penting dalam menumbuhkan kematangan emosional. Akan bermanfaat untuk memiliki sosok teladan yang mencontohkan kematangan emosional. Mengamati cara mereka menangani situasi yang menantang dan berinteraksi secara positif dengan orang lain dapat menjadi panduan bagi perilaku Anda. Karena penting untuk belajar dari sosok teladan Anda, ingatlah untuk memilih orang yang memang layak dijadikan teladan untuk meningkatkan kematangan emosional Anda.
EQ MENINGKATKAN KEMATANGAN EMOSIONAL
Kecerdasan emosional (EQ) dapat membantu Anda meningkatkan kematangan emosional Anda karena meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan kemampuan penjualan, serta pertumbuhan dan pengembangan diri Anda. Kembangkanlah kecerdasan emosional Anda dengan membaca buku, artikel, dan blog, menonton video atau podcast. Anda juga bisa mengikuti seminar dan workshop seputar kecerdasan emosional yang rutin diadakan oleh Pemenang Jiwa. Latihlah kecerdasan emosional Anda setiap hari dan rasakan manfaatnya dalam kehidupan Anda.
Segera daftarkan diri Anda untuk event terdekat!
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
