Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dengan iman. Namun banyak dari kita memilih untuk hidup berdasarkan hal lain: perasaan kita. Pernahkah Anda merasa tidak bertumbuh karena Anda tidak lagi merasakan Tuhan? Anda mengukur pengalaman dengan Tuhan dari perasaan Anda. Kalau Anda merasa dekat dengan Tuhan, merasa Tuhan melakukan sesuatu pada hati Anda, berarti saya sedang mengalami Dia.
Saya merasa perlu menuliskan tentang hal ini karena saya melihat banyak orang Kristen bergumul dengan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan Kristen ini, yaitu mengalami Tuhan.
Perasaan Bukan Indikator Mengalami Tuhan
Hal penting yang saya pelajari dalam perjalanan saya bersama Tuhan adalah kita tidak bisa melekatkan pertumbuhan rohani kita pada suatu perasaan. Perasaan dan emosi berubah-ubah. Artinya, apa yang kita rasakan tidak bisa diandalkan untuk menjadi dasar kerohanian kita.
Memang sangat mudah untuk kita tergoda membiarkan diri kita melekat pada emosi tertentu. Tidak sedikit juga orang Kristen yang menjadi begitu terobsesi untuk mengejar perasaan tertentu sebagai tolok ukur pengalaman dengan Tuhan sehingga mereka lupa untuk sepenuh hati mencari Dia dan kehendakNya.
Jangan datang kepada Tuhan untuk mendapatkan perasaan-perasaan yang menyenangkan. Tetapi datanglah karena kita benar-benar rindu bertemu dengan pribadiNya, mengerti isi hatiNya dan rindu melakukan apa yang menyenangkan hatiNya, diluar apapun yang kita rasakan.
Kejar Pengenalan Bukan Perasaan
Ketika kita mendengar kata “pengalaman”, wajar kalau kita menganggapnya sebagai sesuatu yang nyata atau sesuatu yang bisa dirasakan oleh panca indra. Kita berpikir tentang merasakan kehadiranNya di sekitar kita, melihat perbuatanNya dalam keseharian kita. Namun saat kita tidak bisa merasakan apa-apa dan tidak sedang terjadi apa-apa di hidup kita, apakah itu berarti kita tidak mengalami Tuhan?
Kunci untuk benar-benar mengalami Tuhan terletak pada pengenalan kita akan Dia.
Apa yang kita rasakan berubah-ubah tapi Tuhan tidak pernah berubah. Orang yang mengenal Tuhan dengan benar akan selalu bisa melihat kehadiran Tuhan dalam segala keadaan. Itu sebabnya kita selalu bisa mengalami Tuhan setiap waktu.
“Why am I so overwrought? Why am I so disturbed? Why can’t I just hope in God? Despite all my emotions, I will believe and praise the One who saves me and is my life.”
-Psalm 42:5 (The Voice)-
Bagaimana saya bisa semakin mengenal dan mengalami Tuhan?
- Melalui FirmanNya
Firman Tuhan adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang dapat diandalkan tentang siapa Tuhan itu. Seperti apa Dia; apa kehendakNya; apa rencana dan tujuanNya; apa yang telah Dia lakukan di masa lalu; apa yang akan Dia lakukan di masa depan; tentang siapa kita; tentang apa hidup ini; bagaimana kita dapat mengenal, mengasihi, dan melayani Dia; janji-janji yang Dia berikan kepada kita; dan bagaimana kita dapat memenuhi tujuanNya di dunia
- Melalui Persekutuan Orang Percaya
Kalau kita memilih untuk hidup sendiri, independen dan tidak mau bersekutu dengan orang percaya lainnya, bagaimana kita bisa mengalami Tuhan itu baik, Tuhan itu setia, Tuhan itu penuh dengan kasih, Tuhan itu mengampuni, Tuhan itu memelihara dan menjaga hidup kita?
Melakukan Firman Adalah Tanda Seseorang Benar-Benar Mengalami Tuhan
Jika perasaan tidak bisa dijadikan tolok ukur apakah kita mengalami Tuhan atau tidak, lalu bagaimana saya tahu kalau saya mengalami Tuhan? Pengalaman kita dengan Tuhan melahirkan kerinduan untuk melakukan apa yang menjadi kehendakNya. Ini adalah tanda yang tidak bisa disangkali.
Daud adalah tokoh Alkitab yang terkenal dengan pengalamannya dengan Tuhan. Kita bisa melihat bagaimana kedekatan Daud dengan Tuhan tercermin lewat ketaatannya pada Tuhan. Bahkan karena kecintaan Daud dalam melakukan Firman, dia diberi gelar kehormatan: “seorang yang berkenan di hati Tuhan” (di Alkitab tercatat hanya Yesus dan Daud yang mendapat sebutan ini).
Apakah Anda Rindu MengenalNya Bukan Sekedar MerasakanNya?
Pada akhirnya, semuanya tergantung pada kerinduan kita untuk benar-benar mengenal Tuhan. Dia tidak pernah memaksakan menunjukkan diriNya kepada kita. Tapi ketika kita datang kepadaNya dengan penuh kerinduan, Dia akan selalu menyatakan diriNya.
Perasaan akan datang dan pergi. Kita tidak bisa menghindarinya, tapi kita bisa memilih untuk hidup berdasarkan Firman Tuhan dan bukan perasaan kita. Tuhan dan FirmanNyalah yang harus menentukan perasaan kita, bukan sebaliknya.
Saat Anda tergoda untuk mendengarkan perasaan Anda atau perasaan Anda mengusik Anda, berhentilah dan lihatlah Firman Tuhan. Bandingkan apa yang Anda rasakan dengan apa yang Dia katakan. Firman Tuhan adalah sumber dan landasan Anda. Hiduplah diatas Firman bukan perasaan Anda!
NEXT EVENT:
Buat yang di Bandung, untuk pertama kalinya kelas Victorious Emotion diadakan onsite di Bandung!
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
