Menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama adalah sebuah tema yang sering kita temukan baik ketika kita mendengar kotbah di gereja ataupun ketika kita sedang membaca Alkitab sendiri di rumah. Meskipun tema ini terdengar bagus, namun kita bisa mengetahui dengan pasti apakah Tuhan benar-benar yang utama dalam hidup kita.
Haruskah kita berdoa dan membaca Alkitab setiap pagi hari? Haruskah kita menghadiri pendalaman Alkitab atau pertemuan komsel setiap minggu? Dan jika kita tidak melakukan hal-hal ini, apakah kita tidak mengutamakan Tuhan di atas segalanya?
Ada begitu banyak hal yang menuntut perhatian kita. Pekerjaan kita, pasangan kita, anak-anak, hobi kita dan tuntutan-tuntutan lain dalam hidup. Berapa banyak hal yang menyita waktu, uang, pikiran, dan tenaga kita telah “menghilangkan” Tuhan dalam hidup kita?
DIGESER PELAN-PELAN
Apapun bisa menjadi tuhan bagi kita. Apapun yang mendominasi hidup kita, apapun yang mengendalikan hidup kita. Bisakah karir menjadi tuhan? Tentu saja bisa. Bisakah pasangan menjadi tuhan? Ya. Bisakah hobi menjadi tuhan? Hal-hal baik yang telah Tuhan sediakan untuk kita nikmati, seperti berkat keuangan, sangat bisa menjadi tuhan jika kita lebih mengutamakannya.
Banyak orang juga tidak sadar, kalau perasaan mereka bisa menjadi tuhan ketika mereka membiarkannya mengendalikan mereka. Kita perlu bertanya pada diri sendiri, apakah saya tunduk sepenuhnya kepada Tuhan dan FirmanNya atau kepada perasaan saya?
Tantangan lain yang harus kita hadapi adalah hidup di dunia dengan budaya yang tidak menginginkan Tuhan dan KebenaranNya mengganggu kehidupan dan rutinitas mereka. Misalnya, ketika seseorang memilih untuk menaati Tuhan dan mengikuti kehendakNya dalam tindakan mereka, tidak jarang akan menyebabkan mereka dicap sebagai orang aneh dan tidak lagi mendapat dukungan dari orang lain. Akhirnya hal itu perlahan-lahan mendegradasi keberadaan Tuhan dan menurunkan standar Kebenaran dalam hidupnya.
YANG MENGISI TEMPAT PERTAMA
Apakah Tuhan selalu ada di tempat pertama dalam hidup kita? Pada kenyataannya, tempat pertama dalam hidup kita sering ditempati oleh hal-hal lain. Misal di keluarga kita ada salah satu anggota keluarga yang sakit dan memerlukan perawatan khusus, semua waktu, tenaga, pikiran, bahkan uang akan kita fokuskan untuk satu anggota keluarga ini. Atau setidaknya itulah yang umumnya terjadi. Ketika anggota keluarga ini sudah sembuh dan keadaan membaik, kita akan menempatkan hal lain untuk kita utamakan.
Manusia cenderung mengutamakan hal yang paling membutuhkan perhatian. Kebutuhan setiap orang berubah dan sumber daya yang dimiliki terbatas untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Setiap orang akan bertindak atas standar mereka sendiri dan itu hal yang natural.
Contoh di atas menunjukkan bahwa hal yang mengisi tempat pertama akan terus berubah. Semua hal dalam dunia ini tidak ada yang kekal. Karena itu kita harus memahami konsep “God first” dengan benar agar kita bisa menjalani hidup dengan benar dan mengerti bagaimana harus menghadapi setiap situasi yang terjadi.
KEBENARAN SEDERHANA
Kolose 3:3-4
Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Kristus tidak hanya ada dalam hidup kita, tetapi Kristus adalah hidup kita. Kristus mendefinisikan identitas kita. Kristus ada di dalam diri kita, bersama kita, bersatu dengan kita, dan hadir dalam semua aspek kehidupan kita. Jika Kristus adalah hidup kita, maka kita tidak bisa menempatkan Dia di tempat pertama karena Dia adalah segalanya. Dia hanya bisa menjadi satu hal, yaitu hidup kita, yang tercermin melalui keseharian kita. Jadi meskipun nasihat untuk menempatkan Tuhan di tempat pertama dalam hidup terdengar bagus, itu hanyalah sebuah slogan.
Filipi 1:32
Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Paulus tidak mencoba memberi Kristus tempat pertama di antara hal-hal lain. Sebaliknya, dia mengakui fakta bahwa Kristus adalah segalanya baginya.
Tidak ada gunanya membandingkan Tuhan dengan hal-hal lain dan menempatkanNya sebagai nomor satu. Dia tidak terpisah dari semua kegiatan kita. Dia terlibat dalam setiap bagian dan momen hidup kita karena Dia hidup di dalam kita. Pertanyaannya adalah, apakah kita menyadari kehadiranNya yang tinggal di dalam kita?
JADIKAN TUHAN ADALAH HIDUP ANDA
Di tengah kesibukan yang mengharuskan Anda melakukan banyak hal seperti pekerjaan kantor, , pekerjaan rumah tangga, waktu bersama keluarga, olahraga, membaca buku, waktu bersama teman, mengirim email, dan lain-lain, terkadang Anda mungkin bertanya-tanya, “Bagaimana saya bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan Tuhan?”. Anda akhirnya mencoba memasukkan Tuhan dalam rutinitas harian dan kehidupan Anda dan pada akhirnya Anda merasa frustrasi dan bersalah karena Anda pikir Tuhan tidak cukup menjadi prioritas dalam hidup Anda.
Ketika Anda menyadari bahwa Tuhan selalu bersama Anda dalam segala hal yang Anda lakukan. Ketika saya mempercayai hal ini, segala sesuatunya menjadi jauh lebih menyenangkan. Dalam segala hal dan di mana pun, Anda bersama Kristus dan melakukannya untuk Dia. Bahkan ketika Anda berjalan, berbicara, bekerja, makan, bermain, dan pergi ke toilet.
Tentu saja mengambil waktu khusus untuk berdiam diri dan bersekutu denganNya adalah hal yang tidak boleh Anda hilangkan. Namun itu bukan lagi sebagai sebuah jadwal aktivitas “rohani” rutin untuk memberi Tuhan prioritas yang cukup dalam hidup Anda yang sibuk seolah-olah Dia mendapat tempat pertama, tetapi sebagai bagian dari hidup Anda yang adalah Kristus. God first adalah tentang mengekspresikan Tuhan apa pun yang kita lakukan, di mana pun dan dengan siapa pun Anda berada.
Segera daftarkan diri Anda untuk event terdekat!
Pendaftaran hanya dibuka sampai tanggal 9 November.
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
