Konflik adalah bagian dari kehidupan. Kita pasti akan mengalami konflik, baik itu dengan teman, keluarga, pasangan, rekan kerja, dan bahkan orang asing. Konflik muncul secara alami setiap kali manusia berinteraksi. Banyak orang mengaitkan konflik dengan kemarahan dan perasaan terluka, tetapi sebenarnya tidak harus seperti itu.
Saat sedang kesal atau tidak setuju dengan orang terdekat mereka, kebanyakan orang memilih untuk menahannya agar tidak terjadi konflik, dengan alasan demi menjaga hubungan. Tetapi bagaimana jika ternyata dengan menghindari konflik, sebenarnya kita sedang melemahkan sebuah hubungan. Penelitian menemukan bahwa konflik yang sehat akan membuat hubungan menjadi lebih dekat dan orang-orang yang terlibat dalam konflik yang sehat memiliki kesejahteraan hidup yang lebih baik, serta lebih sedikit mengalami depresi, kecemasan, dan perasaan kesepian. Sebaliknya, ketika orang menghindari konflik, mereka sering kali memilih untuk menjauhkan diri, yang merusak sebuah hubungan.
BERKONFLIK DENGAN SEHAT
Banyak orang takut berkonflik hanya karena kesalahpahaman mereka tentang konflik.
Mungkin Anda memiliki gambaran konflik di kepala Anda adalah tentang pertengkaran yang sengit, teriakan amarah, dan mungkin benda-benda yang melayang. Konflik memang dapat memicu emosi yang kuat dan dapat menyebabkan perasaan terluka, kekecewaan, dan ketidaknyamanan. Namun, jika konflik diselesaikan dengan cara yang sehat, pemahaman Anda terhadap orang lain akan meningkat, kepercayaan akan terbangun, dan hubungan akan semakin erat.
Cara berkonflik yang sehat sangat bergantung pada bagaimana cara Anda memahami perasaan Anda. Jika Anda tidak dapat memahami perasaan dan hanya terfokus pada perbedaan yang terjadi, Anda tidak akan dapat memahami apa yang sebenarnya mengganggu Anda. Hal ini akan menyulitkan untuk berkomunikasi dengan orang lain dan menyampaikan apa yang Anda butuhkan atau inginkan.
Saat pertama kali menghadapi konflik, berusahalah sebaik mungkin untuk mengenali perasaan yang Anda alami saat itu. Apakah Anda merasa marah? Takut? Dan jangan biarkan emosi Anda menguasai atau mengendalikan Anda. Jika Anda butuh waktu untuk menenangkan diri, ambillah waktu untuk itu. Karena bagian penting dari berkonflik yang sehat adalah kemampuan untuk menyadari perasaan Anda, mengelolanya, dan memastikan Anda mampu mengomunikasikan kebutuhan Anda.
BAGAIMANA CARANYA?
Pertama, jika Anda sedang marah, ini bukan saatnya untuk terlibat dalam konflik, karena penelitian menunjukkan bahwa konflik yang disertai kemarahan dapat merusak hubungan. Ajukan beberapa pertanyaan ini kepada diri sendiri sebelum melanjutkan konflik:
“Apakah saya melihat konflik ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan?“
“Dapatkah saya menghadapi konflik ini dengan tenang?“
“Apakah saya siap untuk berbagi pendapat saya, tetapi juga untuk siap mendengarkan dan berempati terhadap dia?“
Tujuan berkonflik adalah untuk mencari tahu bersama mengapa Anda tidak sependapat dengannya dan untuk menemukan apa solusinya, bukan untuk menghilangkan perbedaan atau membuktikan siapa yang salah. Meskipun mungkin Anda tergoda untuk memperjuangkan sudut pandang atau perspektif Anda sendiri, cobalah untuk mengambil sudut pandang lawan bicara Anda. Jadikan konflik sebagai tujuan Anda untuk memahami mengapa dia merasa seperti itu.
Penyelesaian konflik yang sehat dan efektif bukanlah tentang menang atau kalah. Tidak apa-apa juga untuk mengakhiri percakapan jika tidak menghasilkan apa-apa, atau jika percakapan tersebut mulai merusak tujuan. Tidak salah juga jika Anda sepakat untuk tidak sependapat sementara waktu.
Konflik jarang sekali terjadi karena merupakan kesalahan satu orang saja. Berkonflik dengan sehat berarti Anda juga bersedia mengakui keterlibatan Anda yang menyebabkan suatu masalah. Mengakui kontribusi Anda terhadap masalah tidak sama dengan menyangkali ketidaksependapatan Anda atau terlalu cepat menyimpulkan bahwa apa yang membuat konflik terjadi adalah kesalahan Anda. Mengakui kesalahan Anda berarti Anda sadar bahwa konflik terjadi karena andil dari kedua pihak.
MORE PRACTICE MAKE MORE EFFECT
Berkonflik memang tidak mudah, tetapi ini bukan sesuatu yang dapat dihindari. Akan ada banyak orang yang memiliki pendapat berbeda dari Anda, itulah sebabnya mengerti cara berkonflik yang sehat akan sangat membantu.
Saat Anda terus menerus melatih diri untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap konflik yang muncul, Anda akan menjadi semakin mahir dalam berkonflik setiap saat. Dan saat kemampuan Anda dalam menyelesaikan konflik meningkat, Anda akan semakin memahami mengapa konflik yang sehat dapat membuat hubungan Anda semakin kuat.
Konflik bukanlah hal yang buruk. Konflik itu baik atau buruk, tergantung bagaimana cara kita meresponinya. Kita tidak perlu takut menghadapi konflik karena konflik yang produktif merupakan bagian dari kecerdasan emosional.
Cari tahu sekarang, seberapa bahagianya kamu!
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
