Salah paham antar generasi itu adalah hal yang sering terjadi. Setiap generasi merasa bahwa mereka lebih baik dari generasi yang lain. Lalu bagaimana kita mengatasinya?
Kalau kita lihat contohnya generasi Z dan generasi Alfa, sering kali diberi label sebagai generasi “strawberry”, yang artinya mereka tidak tahan terhadap tekanan-tekanan hidup, mudah menyerah, manja, dan hal negatif lainnya. Tetapi kalau kita pelajari sebenarnya di setiap generasi memiliki Landmark (peristiwa penting) tersendiri yang membentuk orang-orang pada generasi tersebut.
GENERASI PENDAHULU
Contohnya generasi Baby Boomers dan generasi sebelumnya (generasi Builders), yang lahir sekitar tahun 1920-an sampai 1960-an. Landmark yang cukup mempengaruhi generasi itu adalah perang dunia ke-1 dan ke-2. Dampak dari perang dunia ke-1 dan ke-2 tentu saja salah satunya mempengaruhi bagaimana mereka harus bisa beradaptasi di tengah kondisi yang sangat menantang tersebut. Tentu saja hal itu juga berpengaruh kepada leadership style dari orang-orang yang hidup pada zaman itu. Berdasarkan McCrindle Research, leadership style dari generasi Builders dan Baby Boomers cenderung controlling and directing.
GENERASI PENERUS
Sekarang kita lihat generasi Z dan Alfa, yang lahir sekitar tahun 1995 sampai sekarang. Landmark apa saja yang ada? Mulai dari munculnya internet, smartphone, spotify, netflix hingga mobil listrik. Generasi Z dan Alfa tidak pernah merasakan teknologi analog seperti yang di alami oleh generasi X dan generasi Y atau Milenial.
Lahir dalam kondisi perkembangan teknologi yang pesat dan hidup yang cenderung relatif aman dan nyaman, membuat generasi Z dan Alfa beradaptasi dengan kondisi yang ada. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki kebutuhan untuk memiliki ketahanan mental seperti generasi Builder maupun generasi Baby Boomer. Tidak heran dengan segala fasilitas yang serba instan, mudah, dan aksesbilitas yang relatif cepat, maka generasi Z dan Alfa cenderung tidak memahami artinya proses dari banyak hal yang dialami oleh generasi-generasi sebelumnya. Mereka tidak punya bayangan tentang apa itu menggulung kaset Tape menggunakan pensil atau menggulung kaset video Betamax menggunakan garpu.
PERBEDAAN GENERASI
Dari sini saja kita sudah bisa lihat perbedaan yang cukup mencolok antara setiap generasi. Potensi masalah terjadi ketika kita mencoba menerapkan leadership style dari generasi Builders dan baby Boomers yang controlling and directing kepada generasi Z dan Alpha yang menurut McCrindle Research, leadership style mereka adalah empowering and inspiring.
Tekanan yang tidak perlu terjadi akan terjadi ketika sebuah generasi tidak memahami konteks atas kenapa sebuah generasi bersikap sebagaimana mereka bersikap.
MEMIMPIN BERARTI MEMAHAMI
Setiap generasi memiliki keunggulannya masing-masing, kekuatannya masing-masing, kelemahannya masing-masing, harapannya masing-masing, dan tentu saja tanggung jawabnya masing-masing. Ketika setiap pemimpin di generasi mampu memahami konteks masing-masing generasi, generasi yang lebih muda dapat belajar dari pengalaman yang sangat kaya dari generasi sebelumnya dan generasi yang lebih senior dapat belajar memahami generasi berikutnya tanpa asumsi negatif dan sadar bahwa masa depan juga bergantung pada generasi berikutnya, maka potensi sebuah generasi untuk berdampak bagi keluarga, bangsa dan negara akan lebih mudah untuk dikembangkan.
NEXT EVENT:
Buat kamu yang ada di Bandung, untuk pertama kalinya kelas VE akan diadakan di Bandung! Yuk segera daftar, tiket terbatas.
Ericko Tandayu
Ericko mendalami dan memiliki pengalaman dalam kepemimpinan (formal dan informal) sejak tahun 1997. Saat ini bekerja di LeaderSource Indonesia dan aktif membimbing anak-anak muda dan orang dewasa untuk mencapai potensi maksimal mereka. Ericko juga mengelola podcast Luar Dalam sebagai warisan iman untuk kedua anak perempuannya.
