2 penelitian yang dilakukan di Amerika untuk mengetahui hubungan antara uang dan kebahagiaan menghasilkan kesimpulan yang bertentangan. Pada penelitian pertama ditemukan mereka yang memiliki penghasilan yang lebih besar memiliki kehidupan yang lebih bahagia namun hanya sampai pada titik tertentu. Setelah seorang mencapai penghasilan pada nominal tertentu, menghasilkan lebih banyak uang tidak memperbaiki suasana hati dan emosional mereka. Sebaliknya, pada penelitian kedua ditemukan mereka yang bisa menghasilkan lebih banyak uang merasa lebih bahagia dan bertambahnya jumlah uang akan terus membuat mereka lebih bahagia lagi, tidak peduli mereka miskin ataupun kaya. Dari kedua penelitian tersebut kita bisa melihat bahwa:
Memiliki uang yang lebih banyak bukanlah satu-satunya faktor yang berdampak pada kebahagiaan yang lebih besar
KENAPA KEBAHAGIAAN MASIH SERING DIKAITKAN DENGAN UANG?
- Menurut mendiang peneliti kebahagiaan Ed Diener (yang dikenal sebagai “Dr. Happy”) dalam bukunya Happiness, “Keuangan yang baik bisa berfungsi sebagai pelindung terhadap peristiwa-peristiwa buruk yang terjadi dalam hidup.” Uang dapat melahirkan perasaan aman karena bisa menghindari kita dari stres dan kekhawatiran yang diakibatkan oleh kemiskinan.
- Sosiolog Rachel Sherman dalam bukunya bukunya Uneasy Street: The Anxieties of Affluence mengungkapkan, memiliki uang yang cukup membuat kita memiliki lebih banyak pilihan, kebebasan, dan rasa kendali terhadap hidup dan keadaan kita. Rasa kendali merupakan unsur penting yang mempengaruhi perasaan kita.
- Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan uang untuk membeli pengalaman dan pengetahuan (bukan hanya kesenangan), menggunakannya untuk membantu orang lain, untuk memperluas atau mempererat hubungan, dan membeli waktu dengan mempekerjakan orang lain untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kita akan meningkatkan kesejahteraan emosional.
UANG DAN PARADOKS KEBAHAGIAAN
Sekalipun menghasilkan lebih banyak uang bisa saja berkorelasi dengan perasaan lebih bahagia, namun kita perlu berhati-hati untuk tidak mengutamakan uang sebagai sumber kebahagiaan. Penelitian yang dilakukan oleh Grant Donnelly menunjukkan bahwa orang-orang super kaya yang menduduki peringkat teratas Forbes ternyata tidak jauh lebih bahagia dibandingkan mereka yang berpenghasilan biasa.
Anda mungkin berpikir bahwa mencapai kesuksesan finansial harus menjadi tujuan utama dalam hidup agar bisa bahagia. Cari uang lebih banyak, dapatkan uang lebih banyak, dan raih kebahagiaan lebih banyak. Tapi apakah ini benar?
Sebuah studi yang dipimpin oleh Daniel Kahneman dan Ed Diener menemukan bahwa mencari lebih banyak uang justru akan mengurangi tingkat kepuasan hidup dan merusak kebahagiaan seseorang. Mereka menemukan orang-orang dengan tujuan finansial yang lebih tinggi menunjukkan kepuasan yang lebih rendah terhadap kehidupan keluarga, persahabatan, dan kepuasan kerja. Paradoks ini memberitahu kita bahwa uang akan meningkatkan kebahagiaan jika uang merupakan hasil, bukan merupakan tujuan utama.
“Uang adalah hal yang baik bagi kebahagiaan, namun hal ini akan meracuni kebahagiaan jika Anda menginginkannya terlalu banyak.” – Ed Diener
KEBAHAGIAAN SEJATI TIDAK BERGANTUNG PADA BANYAKNYA UANG
Uang mungkin bisa membeli perasaan bahagia. Kita bisa bepergian kemana saja, membeli apa saja, bahkan melakukan hal-hal yang memang akan membuat kita merasa bahagia untuk sementara waktu. Namun uang tidak bisa membelikan kita kebahagiaan yang sejati.
Uang tidak akan selalu bisa membuat kita merasa bahagia karena akan selalu ada hal-hal yang menggoda. Yang membuat kita bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan lebih banyak uang demi mendapatkan hal-hal itu. Dan ketika kita menginginkan lebih banyak uang untuk memperoleh lebih banyak kebahagiaan, kita tidak akan pernah merasa puas. Kita akan terus berputar dalam lingkaran “mengejar kebahagiaan”.
Kebahagiaan sejati datang dari rasa cukup. Tapi berapakah cukup itu? Tidak ada jawaban absolut. Apa yang cukup bagi Anda mungkin tidak cukup bagi sahabat Anda. Sulit untuk mendefinisikan kata cukup tanpa memahami apa yang penting dalam hidup Anda. Jika Anda tidak tahu mengapa Anda menghasilkan dan membelanjakan uang, Anda tidak bisa mengatakan kapan Anda sudah cukup.
Luangkan waktu untuk benar-benar memikirkan apa arti cukup dan putuskan sendiri standar cukup bagi Anda. Anda tidak perlu membeli kebahagiaan, Anda bisa menciptakannya sendiri!
NEXT EVENT:
Buat yang di Bandung, untuk pertama kalinya kelas Victorious Emotion diadakan onsite di Bandung!
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
