Self-care atau perawatan diri adalah aktivitas atau rutinitas apa pun yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan baik fisik maupun emosional. Self-care tidak terbatas pada “me time” di spa atau liburan mewah, tetapi juga mencakup langkah-langkah yang lebih mendasar, yaitu memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan emosional. Mulai dari istirahat yang cukup hingga bersosialisasi dengan orang-orang terkasih atau makan dengan baik, dapat dianggap sebagai self-care.
Self-care tidak harus sama untuk setiap orang. Cara Anda merawat diri sendiri mungkin berbeda dengan rutinitas self-care orang-orang di sekitar Anda, tergantung pada kebutuhan spesifik Anda. Dan tidak sedikit dari kita cenderung mengabaikan perawatan diri sepenuhnya.
Anda mungkin berpikir bahwa memprioritaskan kebutuhan sendiri adalah tindakan egois, atau Anda tidak punya waktu di tengah kesibukan Anda. Anda mungkin memilih untuk mengurangi waktu tidur agar dapat memaksimalkan waktu di tempat kerja, atau melewatkan rencana makan malam bersama teman untuk menonton TV.
Banyak dari kita tidak menyadari betapa merugikannya mengabaikan self-care, bagaimana hal itu dapat menyebabkan peningkatan stres, kelelahan emosional, dan bahkan kejenuhan. Baru ketika kecemasan, depresi, atau stres kita menjadi terlalu berat untuk diabaikan, kita mungkin segera mempertimbangkan perawatan diri. Mengabaikan kesejahteraan pada akhirnya menyebabkan kelelahan, hal itu dapat berdampak besar pada semua aspek kehidupan kita, termasuk kesehatan, hubungan, pekerjaan, dan prestasi akademik.
KENAPA SELF-CARE PENTING?
Cara mudah untuk memahami pentingnya perawatan diri adalah dengan membayangkan diri Anda sebagai laptop. Entah Anda menghabiskan sepanjang hari menggunakannya untuk belajar ujian, bermain game, atau mengadakan konferensi video untuk bekerja, pada suatu saat, Anda harus mengisi ulang baterainya. Meluangkan waktu untuk perawatan diri bisa jadi sulit, terutama ketika Anda bekerja penuh waktu, belajar, atau mengurus keluarga (atau melakukan semua itu sekaligus!).
Memprioritaskan perawatan diri juga bisa sulit jika Anda merasa tidak pantas mendapatkannya atau tidak akan berpengaruh. Merasa tidak berharga, tidak pantas, atau putus asa terkadang bisa menjadi tanda-tanda rendahnya harga diri. Jika Anda mengalaminya, ketahuilah bahwa setiap orang berhak mendapatkan waktu dan ruang untuk merawat diri.
Ingat self-care bukan selfish.
Jika Anda tahu perawatan diri penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan yang baik, Anda tidak perlu merasa bersalah untuk memprioritaskannya. Oleh karena itu, ketika Anda stres, depresi, atau merasa sedikit lesu, mungkin sulit untuk menemukan energi, bahkan sekadar memikirkan cara merawat diri sendiri.
TEMUKAN SELF-CARE YANG SESUAI
Self-care dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Bisa dengan memastikan kita cukup tidur setiap malam atau keluar rumah selama beberapa menit untuk menghirup udara segar. Bisa juga dengan meluangkan waktu untuk melakukan apa yang kita sukai.
Terkadang, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak perawatan diri di satu area tertentu untuk memulihkan keseimbangan atau menemukan kelegaan dari pemicu stres dalam hidup Anda. Untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan Anda, penting untuk menemukan keseimbangan yang memungkinkan Anda menangani setiap area ini.
Physical Self-Care
Kita perlu merawat tubuh kita jika ingin berfungsi secara efisien. Ingatlah bahwa ada hubungan yang kuat antara tubuh dan pikiran kita. Ketika kita merawat tubuh kita, kita juga akan berpikir dan merasa lebih baik. Physical self-care mencakup memberi energi pada tubuh, tidur yang cukup, melakukan aktivitas fisik yang cukup, dan memenuhi kebutuhan fisik Anda. Menghadiri janji temu dokter, minum obat sesuai resep, dan menjaga kesehatan Anda juga adalah bagian dari physical self-care.
Social Self-Care
Bersosialisasi adalah kunci social self-care. Namun, seringkali kita sulit meluangkan waktu untuk teman, dan hubungan kita pun mudah terabaikan ketika hidup menjadi sibuk. Cara terbaik untuk memupuk dan memelihara hubungan dekat adalah dengan meluangkan waktu dan energi untuk membangun hubungan kita dengan orang lain.
Tidak ada jumlah jam tertentu yang harus Anda curahkan untuk teman-teman Anda atau untuk memperbaiki hubungan Anda. Setiap orang memiliki kebutuhan sosial yang sedikit berbeda. Kuncinya adalah mencari tahu apa kebutuhan sosial Anda dan meluangkan cukup waktu dalam jadwal Anda untuk menciptakan kehidupan sosial yang optimal.
Mental Self-Care
Cara kita berpikir dan hal-hal yang kita pikirkan sangat memengaruhi kesejahteraan psikologis kita. Mental self-care mencakup melakukan hal-hal yang menjaga pikiran tetap tajam, seperti bermain teka-teki atau mempelajari subjek yang Anda minati. Anda mungkin menemukan bahwa membaca buku atau menonton film inspiratif dapat merangsang pikiran Anda. Mental self-care juga mencakup melakukan hal-hal yang membantu Anda tetap sehat secara mental. Mempraktikkan empati dan penerimaan diri, misalnya, membantu Anda mempertahankan dialog batin yang lebih sehat.
Spiritual Self-Care
Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup yang berhubungan dengan agama atau spiritualitas umumnya merupakan gaya hidup yang lebih sehat. Namun, memelihara jiwa Anda tidak harus melibatkan ritual agama. Hal ini dapat melibatkan apa pun yang membantu Anda mengembangkan rasa makna, pemahaman, atau hubungan yang lebih mendalam dengan Tuhan. Anda bisa menikmati waktu tenang, menghadiri ibadah, atau berdoa. Spiritual self-care sangatlah penting.
Friska Setiokoadiputro
Project Director Pemenang Jiwa. Sebelum sepenuhnya mendedikasikan diri untuk gerakan Pemenang Jiwa, Friska membangun karir profesionalnya di perusahaan financing nasional selama lebih dari 14 tahun sebagai Data Analyst.
