Salah satu kehidupan manusia modern yang semakin menjadi isu besar adalah STRESS. Tentu saja, sejak dahulu, manusia sudah berhadapan dengan stress, tetapi makin ke sini, stress terasa semakin menghantui dan semakin sulit dihadapi.
Bisakah manusia hidup bebas dari stress?
Teman Seperjalanan
Sayangnya, manusia tidak akan pernah bisa bebas dari stress. Stress adalah bagian dari sistem alami yang ada dalam diri manusia, salah satunya bertujuan supaya manusia bisa bertahan hidup. Itu sebabnya, jika definisi bebas stress artinya tidak bisa lagi merasa stress sama sekali, maka itu adalah sebuah keinginan yang mustahil. Memiliki keinginan untuk bebas dari stress sepenuhnya, malah bisa membuat kamu semakin stress.
Dengan demikian, stress adalah teman seperjalanan yang akan menyertai kita di sepanjang kehidupan kita. Bayangkan kamu memiliki rekan seperjalanan yang tidak bisa kamu “buang” dan mau tidak mau akan terus bersamamu. Maka, hal pertama yang penting untuk kamu lakukan adalah: MENERIMA KENYATAAN BAHWA STRESS MASIH DAN AKAN SELALU ADA. Seperti yang saya katakan, menginginkan hidup tanpa stress sama sekali, adalah sebuah kemustahilan.
Menerima Stress
Kelly McGonigal, penulis buku “The Upside of Stress”, sekaligus pengajar bisnis di Standford, menyatakan bahwa ketika kita bisa mengelola stress dengan baik, justru kita akan membuat mental kita menjadi lebih kuat, cerdas, dan bahagia!
Asisten profesor psikologi di Standford, Alia Crum, juga menyatakan bahwa ketika seseorang bisa menerima stress sebagai bagian kehidupan yang harus dikelola, maka itu akan menolongnya untuk memiliki kondisi mental dan emosional yang lebih sehat.
Cara berpikir kita tentang stress, akan menentukan cara perlakuan kita terhadap stress
Jika kita berpikir bahwa stress adalah hal yang natural dan wajar, maka kita akan punya kekuatan dan menemukan cara untuk bisa mengelola dan “hidup berdampingan” dengan stress tanpa menjadi rusak karenanya.
Jika kita menganggap stress sebagai sebuah kegagalan, momok, kelemahan, maka justru kita akan mudah frustrasi dan kehilangan ide untuk menghadapi dan mengelola stress
Itu sebabnya, poin pentingnya bukanlah soal bagaimana menghilangkan stress, melainkan bagaimana kita bisa hidup bersama stress, tanpa dirugikan karenanya.
Jika ia tak bisa disingkirkan, maka ia harus dikelola.
Tips Dasar Mengelola Stress
- Kenali hal-hal apa yang biasanya mudah dan cepat membuat kamu stress.
Memahami apa-apa saja faktor stress kita, adalah separuh jalan untuk bisa mengelola stress. Banyak orang bahkan tidak paham apa yang bisa membuat dirinya stress. - Kategorikan, mana penyebab yang bisa dihindari, mana yang bisa dikurangi, dan mana yang tak bisa dihindari dan dikurangi
Memahami mana sumber stress yang bisa dihindari, dan mana yang mau tak mau harus dihadapi, juga menolongmu untuk punya solusi yang jelas terhadap berbagai sumber masalah.
- Untuk sumber stress yang tak bisa dihindari, ubah perspektif cara kamu melihat masalahnya.
Jika kita melihat masalah, sebenarnya ada banyak cara pandang yang bisa kita gunakan. Setiap masing-masing cara pandang akan mempengaruhi perilakumu. Contoh: jika kamu melihat perkataan buruk orang lain sebagai serangan yang menyakiti, kamu akan merasa terluka. Tapi jika kamu melihat itu sebagai ekspresi kefrustrasian darinya, kamu mungkin akan merasa kasihan dan perkataan itu tak akan membebani kamu lagi. Mengubah perspektif bisa mengubah banyak hal. - Bangun stamina fisik yang sehat
Mengelola stress membutuhkan energi. Jika kesehatanmu tidak prima, kamu akan lebih sulit untuk bisa mengelola stress. - Kendalikan pikiranmu, agar tidak “ngulik” situasi stress sampai berlebihan
Hal-hal eksternal memang menjadi pemicu stress terbanyak. TAPI, pikiran kita sendiri yang menjadi penyebab terbesar sebuah stress jadi makin akut. Yaitu, ketika kita terus memikirkan dan mengembangkan pikiran buruk sampai kemana-mana. - Miliki aktifitas refreshment
Memiliki waktu untuk refresh, akan menolong mengembalikan kejernihan mentalmu, sehingga bisa memiliki tenaga lagi untuk menghadapi stress. - Miliki support system yang positif
Orang-orang yang mengelilingi hidupmu, sangat berpengaruh kepada kemampuanmu menghadapi stress. Sirkel positif bukan cuma memberimu energi tambahan, tetapi mereka juga bisa memberikan perspektif produktif yang membuatmu jadi lebih fasih dalam menghadapi stress.
Stress Bisa "Dimanfaatkan"
Daniela Kaufer, seorang Profesor Integrative Biology dari University of California, menemukan sebuah kesimpulan menarik dari hasil risetnya, yang menyatakan bahwa stress dalam kadar tertentu, justru bisa meningkatkan performa kita.
Itu sebabnya, sebenarnya, jika kita mampu mengelolanya, maka stress bisa menolong hidup kita malah makin bertumbuh.
Karena alasan ini juga, Tuhan terkadang mengijinkan kita untuk melewati keadaan-keadaan yang membuat kita stress, karena Dia melhat ada peluang pertumbuhan yang bisa terjadi.
Maka, mari kita ubah cara pandang kita tentang stress. Alih-alih berusaha mengejar kehidupan yang bebas stress. Marilah kita mencoba membangun hidup yang lebih cerdas dalam menghadapi stress yang hadir.
Josua Iwan Wahyudi
Emotional Intelligence Specialist - JIW mendalami tentang emosi sejak tahun 2008 dan mendapatkan sertifikasi sebagai Trained EQ Practitioner dari Six Seconds International. Hingga kini aktif sebagai trainer, coach, dan konselor Kecerdasan Emosi maupun kehidupan pernikahan. Sejak tahun 2006, JIW sudah menulis 46 buku sampai sekarang.
